Aksi Korporasi

Mengenal Berbagai Aksi Korporasi Perusahaan

Ketika sudah menjadi investor, tentunya kita harus tahu bagaimana kondisi perusahaan yang kita miliki. Apakah perusahaan dalam kondisi baik maupun kurang baik. Seringkali perusahaan melakukan aksi korporasi ataupun membuat suatu keputusan yang nantinya dapat mempengaruhi pergerakan harga saham di pasar. Dalam hal ini investor tentunya wajib tahu apa saja pengertian dari aksi koroporasi yang dilakukan untuk bisa menentukan langkah apa yang harus dilakukan oleh investor agar tidak keliru.

DEFINISI AKSI KORPORASI

Aksi korporasi merupakan tindakan yang dilakukan suatu perusahaan terbuka yang dapat mempengaruhi pergerakan harga, seperti harga saham maupun obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan terkait. Dalam hal ini, tentunya aksi korporasi memiliki dampak positif yang berarti kenaikan harga efek maupun dampak negatif yang artinya menurunkan harga efek yang diperjualbelikan.

Berikut merupakan definisi beberapa aksi korporasi perusahaan

  • Initial Public Offering (IPO)

Initial Public Offering (IPO) merupakan penawaran perdana bagi perusahaan dan merupakan momentum pencatatan di Bursa Efek Indonesia. Bagi perusahaan terbuka, aksi ini merupakan langkah awal yang harus ditempuh agar efek dapat diperjualbelikan di publik.

  • RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)

RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) merupakan momentum pertemuan pemegang saham dan para stakeholder untuk membuat suatu keputusan maupun kebijakan yang akan diambil oleh perusahaan. Biasanya RUPS ini merupakan agenda rutin yang dilakukan satu atau lebih dalam satu tahun.  Dalam hal ini, investor diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat terkait apa saja langkah kedepan yang akan dilakukan oleh perusahaan. beberapa contoh hasil dari RUPS anatara lain pembagian dividen, pergantian direksi dan lain sebagainya.

  • Stock Split

Stock Split merupakan pemecahan saham yang bertujuan untuk menambah jumlah saham yang beredar di masyarakat. Secara gampangnya ketika kita memiliki uang satu lembaran 10 ribu rupiah kemudian dipecah menjadi 5 lembaran uang 2 ribu rupiah dan nilainya tetap sama yakni 10 ribu rupiah. Alhasil ketika perusahaan melakukan aksi ini maka nominal harga saham akan ikut mengecil akan tetapi nilainya masih sama.

  • Reverse Stock Split

Reverse Stock Split merupakan kebalikan dari stock split yang berati aksi ini bertujuan untuk mengurangi jumlah saham beredar di masyarakat. Biasanya aksi ini akan berdampak pada kenaikan harga saham.

  • Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan kepada para pemegang sahamnya. Pembagian dividen merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh investor karena biasanya pembagian ini akan dilakukan satu tahun sekali, bahkan ada beberapa perusahaan yang membagikan lebih dari satu kali dalam setahun contohnya Puradelta Lestari (EKAD), Astra International (ASII) dan lain sebagainya.

  • Cum date & Ex date

Istilah Cum  date & Ex date erat kaitanya dengan pembagian dividen. Yang mana Cum date kepanjangan dari cumulative date yang merupakan tanggal dimana seorang investor memperoleh hak untuk mendapatkan dividen. Periode cum date biasanya berlangsung 1 hari kemudian dilanjut dengan periode ex date kepanjangan dari Expired Date yang mana ini merupakan tanggal dimana seorang investor tidak akan tercatat untuk menerima dividen apabila membeli di tanggal ini.

  • Right issue (RI)

Right issue lebih dikenal dengan sebutan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), yang mana aksi ini merupakan penawaran khusus bagi para pemegang sahamnya untuk membeli efek sebelum menawarkan ke public.

Right issue biasanya dikeluarkan dalam bentuk rasio, misalnya perusahaan A melakukan RI dengan rasio 1:2 yang artinya setiap pemegang satu lembar saham akan diberikan hak khusus untuk memperoleh 2 saham yang akan diberikan. Harga yang nantinya ditebus biasanya lebih rendah dari harga pasarnya, hal ini akan menimbulkan penurunan harga saham apabila ada perusahaan yang melakukan right issue

  • Saham bonus

Seperti namanya, saham bonus merupakan saham yang diberikan oleh perusahaan kepada investor secara gratis. Pemberian saham bonus ini akan menambah jumlah lembar saham beredar akan tetati tidak mengurangi presentase kepemilikan suatu perusahaan. beberapa contoh perusahaan yang memberikan saham bonus antara lain PT Inovisi Infracom (INVS) 7,42 miliar lembar, PT Summarecon Agung (SMRA) 7,2 miliar saham, PT Bank Mega (MEGA) 4,1 milliar lembar saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *