Mengenal Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan merupakan metode untuk mengetahui keadaan keuangan perusahaan. Dengan analisis rasio keuangan maka akan diperoleh berbagai informasi keuangan yang merupakan cerminan dari kinerja perusahaan. Penggunaan rasio keuangan yaitu dengan membandingkan pos-pos angka dalam periode tertentu yang terdapat di laporan keuangan, kemudian dari hasil tersebut maka akan diperoleh informasi yang bisa menggambarkan kesehatan keuangan perusahaan. Selain itu, penggunaan rasio keuangan berguna untuk memahami hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan keuangan dan perkembangan perusahaan

Return On Asset

Return on asset adalah rasio laba bersih terhadap jumlah aset. Return on asset termasuk rasio profitabilitas yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari aset-aset yang digunakan. ROA menunjukkan kinerja dari bisnis perusahaan dengan memanfaatkan sumber daya aset yang dimiliki. Kinerja perusahaan dikatakan baik apabilia memiliki nilai ROA yang tinggi (Fransisca et al., 2022). Berikut merupakan rumus perhitungan ROA:

Return On Equity

Return on equity adalah rasio laba bersih terhadap jumlah ekuitas. Rasio ini mencerminkan efisiensi manajemen perusahaan dalam memperoleh keuntungan dengan menggunakan modal dari pemegang sahamnya. Semakin tinggi ROE menunjukan adanya kenaikan laba bersih yang dicapai perusahaan dan bisa menjadi petunjuk bahwa nilai perusahaan juga naik yang ditandai dengan naiknya harga saham (Fajri & Munandar, 2022). Semakin besar ROE memperlihatkan peluang perusahaan yang semakin baik (Hatta & Suwitho, 2018).  Berikut merupakan rumus ROE :

Earning Per Share

Earning Per Share adalah kemampuan perusahaan dalam membagikan keuntungan yang didapatkan kepada para investor. Semakin tinggi besaran EPS menunjukan keberhasilan perusahaan dalam kegiatan operasional bisnisnya. EPS mencermikan tingkat keuntungan per lembar sahamnya (Dewanti & Djajadikerta, 2018).

EPSdapat digunakan sebagai ukuran oleh investor untuk mengetahui pencapaian perusahaan dalam menghasilkan laba. EPS dapat dijadikan sebagai indikator yang bisa menunjukan kinerja perusahaan, karena nilai EPS bergantung pada laba yang dihasilkan. Perusahan dapat dikatakan baik apabila memiliki nilai EPS yang tinggi. Berikut merupakan rumus perhitungannya

Net Profit Margin

Hendro (2019) menjelaskan net profit margin adalah rasio laba bersih terhadap jumlah pendapatan. NPM termasuk rasio profitabilitas yang menghitung kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari operasional bisnis yang dijalankan.

(Laraswati 2018) menjelaskan semakin besar NPM maka performa perusahaan dikatakan lebih produktif dan mampu melakukan efisiensi dalam menekan biaya-biaya operasional sehingga perolehan laba meningkat. Berikut merupakan rumus NPM:

Current Ratio

Current ratio adalah rasio likuiditas yang menunjukan kemampuan aset lancar dalam melunasi liabilitas lancar yang dimiliki (Istiana, 2021). Rasio ini membandingkan antara aset lancar dengan liabilitas lancar. Nilai CR yang terlalu rendah menjadi indikasi adanya masalah dalam likuiditas, sebaliknya jika nilai CR yang terlalu tinggi menjadi indikasi banyaknya uang kas yang tidak di manfaatkan dan dapat mengurangi laba perusahaan (Sidiq, 2022). Perusahaan yang memiliki likuiditas baik umumnya memiliki nilai CR 100%. Artinya perusahaan memiliki cadangan aset lancar yang sebanding dengan kewajiban lancarnya (Fauzi & Rasyid, 2019). Berikut merupakan rumus CR:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *