“Shoft Campaign” by Ursula von der Leyen

Oleh M Rizki Nurhuda

Sabtu, 16 September 2023 09:00 WIB

(Pekalongan, Financial First Post) – Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, telah menyampaikan State of the European Union (SOTEU) atau pidato tahunannya di parlemen Eropa pada 13/9/2023. Pidato ini merupakan pidato tahunan terakhirnya sebagai presiden komisi dalam masa jabatan pertama sebelum berakhir pada tahun 2024. Von der Leyen belum menyampaikan secara resmi mengenai dirinya apakah akan maju sebagai kandidat presiden komisi pada masa jabatan kedua. Dia merupakan salah satu pemimpin Eropa yang terkenal berkat adanya perang Rusia di Ukraina dimana ia berhasil megintegrasikan kebijakan Eropa yang solid dalam memutuskan “uang darah” mengalir ke Rusia dan kebijakan hijau nya yang ambisius yang ia lakukan bersama mantan Wakil Presiden Eksekutif Komisi urusan Iklim Frans Timmermans yang sekarang sedang berperang dalam pemilihan umum untuk menjadi Perdana Menteri di Belanda.

Pada pidato tahunan yang disampaikanya dihadapan Parlemen Eropa yang terletak di Strasbourg, Perancis, bos eksekutif tertinggi di Berlaymont Brussels ini tidak menyatakan secara resmi minatnya untuk maju sebagai Presiden Komisi Uni Eropa masa jabatan kedua. Akan tetapi, mantan Menteri Pertahanan Jerman era Angela Merkel ini telah dinilai melakukan “kampanye lunak” yang mengisyaratkan keinginanya untuk menjadi kandidat presiden komisi.

Dikutip dari Politico, Ursula von der Leyen telah menyampaikan pidato yang ia tujukan untuk menyenangkan tiga partai terbesar di Uni Eropa (EPP, Renew Europe, dan S&D), sebuah sinyal bahwa dia meminta dukungan partai-partai tersebut untuk masa jabatan kedua (meskipun keputusan siapa yang berhak menjadi presiden komisi diputuskan oleh Dewan Uni Eropa yang berisi 27 kepala pemerintahan Uni Eropa).  Hal yang paling mencolok yang ia sampaikan sebagai “kampanye lunak-nya” yang ia tujukan untuk menyenangkan para politisi EPP (European People Party haluan kanan-tengah) adalah kebijakan iklim Eropa dimana ia menyatakan transisi iklim harus berorientasi pada sinergi pertumbuhan ekonomi sehingga kebijakan iklim tidak merusak kondisi perekonomian blok tersebut, terutama industri berat dan kimia. Hal ini berarti pada masa jabatan kedua bila terpilih ia tidak akan mengejar transisi iklim yang agresif (seperti halnya program partai hijau atau afiliasinya) karena pidatonya terdengar seperti menyenangkan EPP yang berpatokan untuk menyenangkan masyarakat berideologi kanan pro-bisnis sebagai basis masa konstituen European People Party (EPP), tempat dimana ia bersaing dengan Ketua Partai Manfred Weber untuk menjadi kandidat utama partai tersebut untuk mengisi posisi Presiden Komisi Uni Eropa di Berlaymont Brussels, Belgia.

Source:

https://www.politico.eu/article/eu-commission-president-ursula-von-der-leyen-doles-out-political-gifts-in-campaign-like-state-of-the-union-speech/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *