Pasar Modal

PASAR MODAL : DEFINISI, SEJARAH DAN INSTRUMENNYA

Definisi

Pasar modal merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli dalam kegiatan jual beli efek. Pasar modal menjadi wadah bagi seorang investor untuk melakukan kegiatan investasi di beberapa instrumen pasar modal diantaranya surat berharga (saham), surat hutang pemerintah atau korporasi (obligasi), sukuk (obligasi syariah), reksadana, dan berbagai produk turunannya. Dari penjelasan diatas, terdapat beberapa pengertian menurut para ahli terkait definisi pasar modal diantaranya:

Agus sartono

Pasar modal merupakan tempat berlangsunya transaksi aset keuangan yang memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun

Dermawan Sjahrial

Pengertian pasar modal adalah keseluruhan sistem keuangan yang terorganisir yang didalamnya termasuk bank komersil serta surat berharga.

Rusdin

Pasar modal merupakan kegiatan penawaran efek yang diterbitkan oleh perusahaan publik maupun pemerintahan.

Mengutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar modal sudah ada sebelum kemerdekaan indonesia. Pada masa itu, pasar modal didirikan tepatnya pada jaman penjajahan kolonial belanda pada tahun 1912 yang bertempat di Batavia untuk mendirikan VOC guna kepentingan pemerintah. Walaupun demikian, perkembangan pasar modal yang dimulai pada tahun 1912 tidak berjalan seperti yang diharapkan. Pada tahun 1956-1977 pasar modal vakum dikarenakan adanya perang dunia ke l dan ke ll, perpindahan kekuasaan pemerintahan, dan berbagai hal yang berdampak pada vakumnya pasar modal pada periode tersebut.

Pada 10 Agustus 1977, melalui presiden Soeharto pasar modal akhirnya kembali dibuka dan diresmikan. Pada saat itu, pelaksana pasar modal yakni Bursa Efek Jakarta berjalan dibawah Badan Pelaksana Pasar Modal (sebelum berubah menjadi BAPEPAM). Dengan demikian, setiap tanggal 10 Agustus diperingati sebagai hari ulang tahun pasar modal indonesia.

1, Saham

Menurut Zahroh (2015), definisi saham merupakan surat berharga yang bersifat kepemilikan suatu perusahaan. Artinya apabila ada seorang investor yang memiliki saham maka investor tersebut juga merupakan pemilik perusahaan.

2. Obligasi

Obligasi merupakan salah satu instrumen pasar modal yang cukup menarik, karena instrumen ini menawarkan bunga atau imbal hasil dengan tingkat risiko yang rendah. Adapun pengertian dari obligasi yaitu surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan maupun pemerintah yang memiliki jangka waktu tertentu dengan imbal hasil berupa bunga ataupun bagi hasil.

Dalam praktiknya, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah bertujuan untuk pembangunan infrastruktur yang nantinya akan dinikmati oleh masyarkat. Adapun obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan bisa digunakan untuk dana operasional, ekspansi bisnsis perusahaan maupun pembayaran hutang.

3. Reksadana

Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi bagi masyarakat yang memiliki modal akan tetapi tidak memiliki waktu luang maupun keahlian untuk melakukan analisis ketika ingin membeli suatu produk investasi. Secara sederhana, sistem dari reksadana yakni menitipkan dana yang nantinya akan dikelola oleh manajer investasi yang kemudian keuntungan berupa bagi hasil. Sehingga bagi investor yang tidak memiliki waktu bisa melakukan investasi yang tenang tanpa memikirkan risiko.